Mengenal Seluk-Beluk KPR

Bagi sebagian orang yang seringkali memanfaatkan layanan perbankan, KPR adalah fasilitas yang tidak asing lagi bagi mereka.

KPR sebenarnya adalah fasilitas kredit yang diberikan bank hanya untuk kredit pembelian rumah. Dengan KPR ini pihak bank akan membantu nasabahnya mendapatkan rumah yang menjadi idamannya dengan menyediakan uang tunai yang diperlukan nasabah. Biasanya nasabah hanya menyediakan uang muka dan selebihnya pihak bank yang akan menyelesaikan urusan pembayaran berikutnya kepada pihak pengembang atau developer.
Sama seperti kredit lain yang membutuhkan jaminan, KPR ini juga diberikan oleh bank dengan persyaratan tertentu. Syarat ini bisa berupa jaminan atau persyaratan lainnnya yang ditentukan oleh pihak bank. Namun yang paling umum diambil oleh nasabah adalah KPR yang menggunakan rumah sebagai jaminannya. Dan karena penggunaan jaminan inilah yang membuat KPR baru dapat diajukan setelah nasabah memenuhi beberapa persyaratan tertentu.

Persyaratan Mengajukan KPR

KPR difasilitasi oleh bank dengan melibatkan dana yang tidak sedikit. Karena itu setiap nasabah yang mengajukan KPR biasanya harus memenuhi persyaratan tertentu yang telah ditetapkan oleh pihak bank. Syarat-syarat ini tentu saja berbeda antar bank yang menyediakan fasilitas KPR. Namun meski berbeda setiap bank, syarat-syarat yang diajukan pihak bank biasanya tidak boleh diluar syarat yang telah ditentukan perbankan nasional. Termasuk suku bunga yang ditetapkan juga tidak boleh melebihi suku bunga yang ditetapkan secara nasional.

Syarat mengajukan KPR secara umum antara lain:

  • KTP suami dan istri (jika berstatus menikah),
  • Kartu keluarga,
  • Slip gaji atau laporan keuangan atau penghasilan bagi yang berprofesi sebagai wirausaha,
  • NPWP jika mengajukan pinjaman lebih dari 100 juta rupiah dan
  • SPT Tahunan bagi yang mengajukan kredit diatas 50 juta rupiah,
  • fotokopi sertifikat induk jika Anda membeli rumah idaman dari pengembang,
  • sertifikat jika Anda membeli rumah dari perorangan dan juga IMB.

Syarat ini adalah syarat yang cukup mudah untuk mengajukan KPR. Karena itu sebagian keluarga yang keberatan menjangkau rumah dengan harga selangit, KPR adalah salah satu solusinya.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Tentang KPR

Persyaratan yang cukup mudah dalam mengajukan KPR, membuat nasabah terkadang kurang berhati-hati dalam mendapatkan KPR. Sehingga ketika permohonan KPR yang diajukannya disetujui, nasabah merasa keberatan untuk melunasi KPR berdasarkan ketentuan yang telah disetujuinya dengan pihak bank. Akibatnya tidak sedikit kredit macet dan menimbulkan kerugian pihak bank. Karena itu ada baiknya Anda mengerti betul bagaimana KPR itu diajukan dan bagaimana Anda memenuhi kewajiban terhadap bank tanpa kehilangan hak sebagai nasabah yang mengajukan KPR.

  • Hal pertama yang harus Anda ketahui ketika mengajukan KPR adalah keuntungan yang Anda dapatkan ketika mengajukannya. Keuntungan mengajukan KPR selain Anda tidak perlu mengeluarkan dana tunai yang besar untuk mendapatkan rumah idaman juga KPR dapat diangsur dalam jangka yang cukup panjang berdasarkan kemampuan keuangan Anda.
  • Hal kedua yang harus Anda perhatikan adalah tentang biaya yang harus Anda tanggung saat mengajukan KPR. Selain uang muka ada beberapa biaya lain yang harus Anda tanggung yaitu biaya notaris, premi asuransi baik jiwa dan kebakaran serta biaya provisi bank.
  • Hal ketiga adalah penghitungan suku bunga yang digunakan dalam KPR yang Anda ajukan. Selama ini dikenal beberapa penghitungan suku bunga namun yang paling banyak digunakan adalah penghitungan suku bunga efektif atau annuitas. Hal ini penting Anda pastikan agar Anda tidak merasa ditipu oleh pihak bank ketika melakukan pelunasan kewajiban KPR Anda